AkademiSainsTeknologiViral

Kecelakaan Kapal Selam Titanic Menurut Fisika

Tragedi ini mengejutkan karena perjalanan eksplorasi ke lautan dalam yang gelap dan...

– Pada tanggal 18 Juni 2023, berita internasional diramaikan dengan laporan tentang kapal selam Titan yang hilang kontak dan meledak saat melakukan penyelaman ke bangkai kapal Titanic.

Kapal selam ini berada di kedalaman 3800 meter dan kejadian ini mengakibatkan kematian 5 penumpang yang merupakan orang-orang penting.

Tragedi ini mengejutkan karena perjalanan eksplorasi ke lautan dalam yang gelap dan sunyi ini terkungkung dalam ruangan sempit yang rusak dan meledak.

Dalam artikel ini, akan dibahas fenomena ini dari sudut pandang fisika.

Analisis Fisika Kecelakaan Kapal Selam Titanic

Tekanan Air yang Tinggi

Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam tragedi ini adalah tekanan air yang sangat tinggi di kedalaman laut.

Rumus fisika menghubungkan tekanan air dengan massa jenis air, percepatan gravitasi, dan kedalaman. Kapal selam Titan beroperasi pada kedalaman maksimum 4000 meter, yang menghasilkan tekanan air yang luar biasa besar.

Nilai tekanan ini sekitar 3,92 x 10^7 Pascal, hampir 400 kali lipat tekanan atmosfer yang kita rasakan sehari-hari.

Suhu Dingin di Bawah Air

Selain tekanan air yang tinggi, suhu air di bawah laut juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Ketika sinar matahari masuk ke dalam air, sebagian besar akan dipantulkan atau tersebar, sehingga cahaya matahari sulit menembus ke kedalaman laut yang jauh.

Akibatnya, suhu air semakin dalam semakin dingin. Pada kedalaman 4000 meter, suhu air dapat turun di bawah 4 derajat Celsius.

Suhu yang rendah ini juga dapat berkontribusi terhadap kecelakaan kapal selam Titan.

Material Kapal Selam

Material yang digunakan dalam pembuatan kapal selam Titan juga menjadi faktor yang penting. Kapal selam ini dibuat dengan menggunakan karbon fiber dan titanium.

Lambung kapal selam menggunakan karbon fiber, yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi namun rentan terhadap kerusakan akibat tekanan kompresi.

Performa karbon fiber juga dapat menurun seiring berjalannya waktu dan dalam kondisi suhu yang ekstrim seperti di kedalaman laut yang dingin.

Meskipun pihak Ocean Gate telah mengembangkan metode pemantauan untuk karbon fiber, kemungkinan terjadinya kerusakan yang menyebabkan implosion tetap ada.

BACA JUGA : Mengenal Ciri-ciri Orang Jenius: Karakteristik yang Menandai Kecerdasan Luar Biasa

Tragedi kapal selam Titanic menunjukkan betapa kompleksnya faktor-faktor fisika yang perlu diperhatikan dalam operasi penyelaman ke kedalaman laut yang dalam. Tekanan air yang tinggi, suhu dingin, dan material kapal selam menjadi aspek penting yang mempengaruhi keselamatan penumpang dan kru. Kejadian ini juga mengingatkan kita akan risiko dalam menjelajahi lautan dalam yang masih belum sepenuhnya dipahami.

Related Posts

1 of 64