Berita

Mengapa Masjid Di Ethiopia Digusur?

Pemerintah Ethiopia telah merobohkan sekitar 19 masjid yang mereka anggap sebagai bangunan ilegal.

Masjid Di Ethiopia Digusur

– Di Ethiopia, terjadi kontroversi terkait penggusuran sejumlah masjid di ibu kota, Adis Ababa. Pemerintah Ethiopia telah merobohkan sekitar 19 masjid yang mereka anggap sebagai bangunan ilegal.

Masjid-masjid ini berada di wilayah pinggiran ibu kota, terutama di wilayah Oromia yang berbatasan langsung dengan Adis Ababa.

Alasan Penggusuran

Proyek Penataan Kota Baru

Pemerintah Ethiopia mengklaim bahwa penggusuran ini dilakukan sebagai bagian dari proyek penataan kota baru yang diberi nama “Kota Seger”.

Proyek ini bertujuan untuk menggabungkan enam kota di wilayah Oromia menjadi satu kota baru yang mencakup 12 sub kota, 36 distrik, dan 40 perkampungan.

Pemerintah berpendapat bahwa penggusuran masjid-masjid ilegal diperlukan untuk membersihkan lahan demi kelancaran pembangunan kota baru tersebut.

Bangunan Ilegal dan Gugatan Hak

Pemerintah Ethiopia berargumen bahwa masjid-masjid yang digusur tidak memiliki izin pendirian bangunan dan dianggap ilegal.

Namun, Ethiopian Human Rights Commission (EHRC) melaporkan bahwa sebagian besar masjid yang digusur sebenarnya memiliki izin yang sah dan dokumen-dokumen yang menunjukkan legalitas bangunannya.

EHRC juga menyoroti bahwa proses penggusuran dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, menyebabkan kejutan dan kerugian bagi masyarakat setempat.

Pelanggaran HAM dan Diskriminasi

Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Tindakan penggusuran yang dilakukan oleh pemerintah Ethiopia telah dikritik oleh Ethiopian Human Rights Commission (EHRC) karena dianggap melanggar hak asasi manusia (HAM).

EHRC menemukan bahwa proses penggusuran seringkali dilakukan secara sembarangan tanpa memperhatikan hak-hak dasar masyarakat, termasuk masyarakat oromo yang menjadi korban penggusuran.

EHRC menuntut pemerintah untuk memberikan kompensasi kepada masyarakat yang legalitas bangunan mereka tetap terjamin.

Diskriminasi Terhadap Komunitas Muslim Oromo

Penggusuran ini juga telah menimbulkan tuduhan diskriminasi terhadap komunitas Muslim Oromo. Sebagian besar masyarakat Oromo, terutama yang tinggal di wilayah Oromia, merupakan mayoritas etnis di Ethiopia.

Mereka merasa bahwa tindakan penggusuran ini bukan semata-mata terkait proyek pembangunan kota baru, tetapi juga merupakan bentuk diskriminasi terhadap komunitas Muslim Oromo.

Laporan EHRC juga menunjukkan adanya pilih kasih dalam penggusuran, di mana hanya bangunan yang dimiliki oleh kelompok masyarakat tertentu yang digusur.

BACA JUGA : Niat dan Tata Cara Sholat Idul Adha

Penggusuran masjid-masjid ini tidak hanya berdampak pada tempat ibadah, tetapi juga pada pusat-pusat kehidupan masyarakat, seperti tempat tinggal dan pusat ekonomi.

Masyarakat Oromo yang menjadi korban penggusuran merasa terpinggirkan dan menderita kerugian yang besar akibat kehilangan tempat ibadah dan pusat kehidupan mereka.

Penggusuran masjid-masjid ini memicu gelombang protes dan penolakan dari masyarakat Oromo. Mereka menuntut perlakuan yang adil dari pemerintah dan meminta agar keputusan penggusuran dibatalkan.

Para aktivis hak asasi manusia juga bergabung dalam gerakan ini untuk mendukung masyarakat Oromo dan mengadvokasi pemenuhan hak-hak mereka.

Penggusuran masjid-masjid di Ethiopia menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam menangani isu hak asasi manusia dan diskriminasi.

Pemerintah perlu memberikan kejelasan mengenai legalitas bangunan dan memastikan bahwa proses penggusuran dilakukan secara transparan, adil, dan menghormati hak-hak masyarakat.

Masyarakat Oromo berharap agar isu penggusuran masjid dan diskriminasi dapat diatasi dengan baik.

Mereka berharap agar pemerintah mendengarkan aspirasi mereka, menghormati hak-hak masyarakat, dan mencari solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat.

Harapannya adalah terciptanya keadilan, kesetaraan, dan harmoni antara semua komunitas di Ethiopia.

Masjid Di Ethiopia Digusur

Related Posts

1 of 61