Teknologi

Jumlah Pengguna ChatGPT Menurun: Apa penyebabnya ?

Jumlah pengguna platform chatbot kecerdasan buatan (AI), ChatGPT dilaporkan menurun untuk pertama kalinya usai peningkatan sejak akhir 2022.

– Jumlah pengguna platform chatbot kecerdasan buatan (AI), ChatGPT dilaporkan menurun untuk pertama kalinya usai peningkatan sejak akhir 2022.

Menurut data yang dibagikan oleh perusahaan analisis internet Similarweb, bulan lalu, trafik alias lalu lintas seluler dan desktop ke situs web ChatGPT turun 9,7 persen secara global.

BACA JUGA : Fenomena Langit Bulan Juli 2023: Fase Bulan hingga Hujan Meteor

Jika data Similarweb akurat, penurunan ini menandai pertama kalinya ChatGPT mengalami penurunan pengguna. Pada Juni lalu, pelacak aplikasi Sensor Tower juga melihat unduhan ChatGPT di iOS turun setelah mencapai puncaknya di awal bulan.

OpenAI tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Engadget terkait lesunya pengguna ChatGPT. Namun, berkurangnya minat terhadap ChatGPT tampaknya menjadi bagian dari tren industri.

BACA JUGA : Huawei MatePad Air: Tablet Mewah dengan Desain Bodi yang Sangat Tipis

Angka-angka dari Similarweb menunjukkan lebih sedikit orang yang mengunjungi situs web desktop dan seluler untuk Microsoft Bing, Google Bard, dan Character.AI dalam beberapa bulan terakhir.

Microsoft misalnya, melihat lonjakan trafik ke mesin pencarinya antara bulan Februari dan Maret ketika Bing AI tersedia dalam pratinjau publik.

Sejak saat itu, trafik bulanan ke situs web terus menurun, hampir kembali ke level sebelum Microsoft memperbarui Bing dengan GPT-4.

Secara terpisah, Similarweb mengatakan bahwa mereka melihat penurunan keterlibatan ChatGPT, dengan menit pengguna turun 8,5 persen pada Mei 2023.

BACA JUGA : Penelitian Terhadap Alat Nikuba yang Menghadirkan Revolusi Menimbulkan Keraguan Pakar ITB

Menyoal penurunan pengguna itu, The Washington Post menduga hal itu dipengaruhi akhir tahun ajaran dan sebagian besar mahasiswa sedang berlibur semester.

ChatGPT yang dikembangkan oleh perusahaan OpenAI terjadi ledakan pengguna pada saat diluncurkan akhir tahun lalu.

Hal itu memacu perusahaan raksasa teknologi besar lainnya berlomba menyediakan alat untuk bersaing, mulai dari Google hingga Microsoft.

BACA JUGA : Kemarau Basah di Indonesia: Penyebab dan Faktor Terkait yang Terjadi Saat Ini

Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi penurunan pengguna ChatGPT. Tren industri dan adanya periode liburan akhir tahun ajaran, tampaknya minat terhadap platform ini mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

Meskipun demikian, popularitas teknologi AI tetap tinggi, dan perusahaan seperti OpenAI mungkin akan terus berinovasi untuk mempertahankan persaingan di pasar yang semakin sengit.

Related Posts

1 of 17