BeritaHealth

AstraZeneca Mengakui Vaksin COVID-19 Mereka Dapat Menyebabkan Efek Samping yang Langka

AstraZeneca dapat menyebabkan kematian dan cedera serius, termasuk Sindrom Trombosis dengan Trombositopenia (TTS).

Dalam sebuah pengembangan yang menarik perhatian, perusahaan farmasi untuk pertama kalinya mengakui dalam dokumen pengadilan bahwa vaksin yang mereka kembangkan bersama Universitas Oxford dapat menyebabkan efek samping yang jarang terjadi.

Laporan dari The Telegraph yang dikutip oleh India Express pada Selasa menyebutkan bahwa pengakuan ini bisa membuka jalan bagi pembayaran hukum senilai jutaan pound.

AstraZeneca saat ini tengah dihadapkan pada gugatan class action atas klaim bahwa vaksin yang dikenal dengan nama AZD1222 atau Covishield di India, dapat menyebabkan kematian dan cedera serius, termasuk Sindrom Trombosis dengan Trombositopenia (TTS). Sindrom ini menyebabkan pembekuan darah yang tidak biasa dan penurunan jumlah trombosit dalam darah.

Perusahaan ini telah mengembangkan vaksin tersebut sejak merebaknya pandemi pada 2020, dan telah menjadi salah satu solusi utama dalam upaya global untuk melawan virus corona.

BACA JUGA : Cegah Diabetes Mulai Sekarang dengan 3 Cara Mudah Ini

Namun, klaim yang muncul sekarang menyoroti ketidakpastian yang terkait dengan efek samping yang mungkin terjadi pada sebagian kecil penerima vaksin tersebut.

Menurut laporan The Telegraph, dalam dokumen hukum yang diserahkan ke Pengadilan Tinggi Inggris pada Februari 2024, AstraZeneca mengakui bahwa vaksin COVID-19 mereka “dapat, dalam kasus yang sangat jarang, menyebabkan TTS”.

Para pengacara yang mewakili korban dari efek samping tersebut mengklaim bahwa vaksin AstraZeneca-Oxford memiliki cacat dan kemanjurannya dilebih-lebihkan. Namun, AstraZeneca telah menyangkal keras klaim tersebut.

Hingga saat ini, 51 kasus telah diajukan ke Pengadilan Tinggi, dengan para korban dan keluarga mereka menuntut ganti rugi yang diperkirakan mencapai £100 juta.

Salah satu kasus pertama diajukan pada 2023 oleh Jamie Scott, yang mengalami cedera otak permanen setelah menerima vaksin pada April 2021.

Kate Scott, istri dari Jamie Scott, mengomentari pengakuan terbaru dari AstraZeneca, mengatakan bahwa dunia medis telah lama mengakui bahwa TTS dapat disebabkan oleh vaksin.

BACA JUGA : 5 Minuman Pengganti Kopi yang Ramah bagi Lambung

Dia menekankan pentingnya permintaan maaf, kompensasi yang adil, dan tindakan lebih lanjut dari pihak perusahaan dan pemerintah.

Sementara AstraZeneca menyatakan simpati kepada mereka yang mengalami dampak negatif dari vaksin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap mempertahankan bahwa vaksin tersebut “aman dan efektif untuk semua individu berusia 18 tahun ke atas” dan bahwa efek samping yang menyebabkan tindakan hukum sangat jarang terjadi.

Namun, kontroversi seputar keamanan dan efektivitas vaksin AstraZeneca-Oxford terus berlanjut, dengan para pengacara dan keluarga korban menuntut lebih banyak transparansi dan tanggapan yang cepat dari pihak terkait.

Related Posts

1 of 67